Alat gratis

Cek otonan dari tanggal lahir.

Masukkan tanggal lahir Masehi dan waktu kelahiran terhadap matahari terbit untuk melihat hari otonan beserta jadwal berikutnya.

Sesuai akta kelahiran. Cakupan 1900–2100.
Waktu kelahiran

Tanggal hanya dihitung di peramban ini dan tidak dikirim ke mana pun.

Belum yakin jam lahirnya? Tanyakan kepada keluarga terlebih dahulu. Di aplikasi, otonan tanpa konfirmasi waktu kelahiran disimpan sebagai “menunggu konfirmasi” dan tidak dijadwalkan.

Cara kalkulator menghitung

  1. Menentukan acuan pawukon: sama dengan tanggal lahir bila sesudah matahari terbit, atau sehari sebelumnya bila sebelum matahari terbit.
  2. Membaca saptawara, pancawara, dan wuku acuan itu, misalnya Saniscara Paing, Wuku Menail.
  3. Menambahkan kelipatan 210 hari, dimulai dari siklus pertama, lalu menampilkan otonan berikutnya dari hari ini (WITA).

Penjelasan lengkap ada di artikel cara menghitung otonan.

Berapa hari sekali otonan?

Otonan berulang setiap 210 hari, yaitu satu siklus pawukon. Dalam kurun itu, kombinasi saptawara, pancawara, dan wuku kelahiran muncul kembali.

Kapan otonan pertama bayi?

Otonan pertama dirayakan setelah bayi berusia satu oton, yaitu 210 hari dari acuan kelahiran. Kalkulator ini tidak pernah menampilkan otonan sebelum siklus pertama selesai.

Bagaimana jika lahir dini hari sebelum matahari terbit?

Pergantian hari dalam tradisi Bali mengikuti matahari terbit. Karena itu kelahiran dini hari umumnya memakai hari pawukon sebelumnya. Pilih “Sebelum matahari terbit”, dan kalkulator memakai hari sebelum tanggal lahir Masehi sebagai acuan.

Apakah hasilnya pasti benar?

Hasil dihitung dengan mesin yang sama dengan aplikasi Kalender Bali Lengkap. Tetap cocokkan dengan catatan keluarga, terutama bila jam lahir dekat dengan matahari terbit.

Jangan lewatkan otonan keluarga.

Kalender Bali Lengkap menyimpan otonan setiap anggota keluarga dan mengingatkan sesuai pilihanmu. Gratis untuk iPhone.

Kode QR menuju Kalender Bali Lengkap di App StorePindai dengan kamera iPhone